20 April 2010

Tidak Ada Alasan Untuk Meninggalkan Sholat


Diantara beberapa hal yang mewajibkan sholat disamping beragama Islam adalah berakal atau memiliki akal sehat. Tidak dalam keadaan gila, epilepsi, mabuk, pingsan ataupun tidur. Untuk yang terakhir ini ada ketentuannya. Tidak semua tidur bisa jadi alasan tidak diwajibkannya sholat. Dan ketentuannya adalah : Belum masuk waktu sholat ketika mulai tidur. Dan sudah keluar waktu sholat ketika bangun.
Contoh : Ada orang tidur jam 10.00 pagi (WIB). Pada waktu dia bangun jam sudah menunjukkan pukul 17.00 sore (WIB). Berarti dia kehilangan waktu sholat Dzuhur. Sekalipun dia punya kewajiban qodlo sholat Dzuhur namun dia tidak berdosa karena meninggalkan sholat tepat waktu.

14 April 2010

Karya Besar Manusia Bukti Kebesaran Tuhan


Banyak hal yang membuat saya berdecak kagum ketika jalan-jalan di blog tetangga. Salah satunya adalah 10 jembatan terpanjang didunia. Luar biasa sekali. Jadi berfikir kapan karya Indonesia bisa membuat rekor dunia.

Melihat keluarbiasaan dan kehebatan karya manusia semacam ini atau yang lain, sudah semestinya kita merenung dan tafakkur. Ternyata benar firman Allah “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At Tiin : 4 ).

08 April 2010

My Story dan 6 Konsep Pesantren Bisnis Internet

Update : Artikel ini adalah pemenang ke-2 kontes "Pesantren Bisnis Internet "yang diselenggarakan oleh blogismail.com
Tahun 1995. Baru 1 tahun saya menginjakkan kaki di pesantren ini setelah tahun 1994 mulai nyantri, namun bayang-bayang kengerian dengan apa yang akan saya hadapi 2 tahun mendatang sudah saya rasakan. 2 tahun yang akan datang adalah kelas terberat di pesantren ini. Banyak rekan-rekanku santri yang harus tertunda untuk menjalani atau bahkan gagal sama sekali. Banyak juga yang karena kengeriannya sampai bertingkah laku yang aneh-aneh dan nyleneh. Ada yang rambutnya pada rontok, ada yang sering menyendiri, ada juga yang bertingkah suka makan banyak melebihi porsi hanya untuk meringankan beban pikiran. Kelas itu adalah kelas III yang fokus pelajarannya adalah kitab Alfiyah Ibnu Malik. Kitab yang membahas ilmu tata bahasa Arab secara lengkap dan detail. Terdiri dari 1002 bait dan terbagi menjadi 80 bab.

02 April 2010

Cintai Sholat Dengan Disiplin Dalam Melaksanakan

Ada sesuatu yang harus dipenuhi bagi kita orang muslim untuk dikatakan sebagai muslim yang cinta sholat dan mencintai sholat khususnya sholat fardlu lima waktu yaitu DISIPLIN. Dalam arti selalu melaksanakan sholat tepat pada waktunya. Dan inilah salah satu kewajiban dalam pelaksanaan sholat.
Untuk bisa selalu tepat waktu sudah semestinya kita harus mengetahui batasan waktu itu sendiri. Mulainya kapan dan berakhirnya kapan pula. Tanpa mengetahui batasan waktu sholat bisa menjadikan sholat tidak sah.

Syekh Ibrohim Al Baijury dalam kitabnya Hasyiyyah Al Baijury juz I pada pembahasan kitaabu ahkaamish sholati memberikan penjelasan mengenai waktu-waktu sholat fardhu beserta batasannya sebagai berikut :
Sholat fardhu (sholat yang wajib dilaksanakan seorang muslim) dalam sehari semalam ada 5 yaitu :
  1. Sholat Shubuh
  2. Sholat Dzuhur
  3. Sholat Ashar
  4. Sholat Maghrib
  5. Sholat Isya’
Sedangkan untuk batasan-batasan waktu tersebut diatas adalah sebagai berikut :
  1. Waktu sholat Shubuh
  2. Dimulai dari munculnya fajar shidiq diufuk timur. Yaitu cahaya terang yang muncul dipagi hari (setelah malam dan sebelum terbitnya matahari) serta bersinar secara horizontal. Berakhir ketika matahari sudah terbit secara sempurna (berbentuk lingkaran)
  3. waktu sholat Dzuhur
  4. Dimulai dari tergelincirnya matahari kearah barat. Ketika siang hari sudah mencapai maksimal, matahari tepat berada di tengah-tengah langit antara barat dan timur. Setelah itu matahari akan berangsur-angsur condong ke arah barat. Inilah mulainya waktu dzuhur. Berakhir ketika bayangan benda yang terkena sinar matahari dari arah barat menyamai tingginya benda itu sendiri.
  5. waktu sholat Ashar
  6. Dimulai dari berakhirnya waktu sholat Dzuhur. Yaitu ketika ukuran bayangan benda melebihi tinggi benda itu sendiri. Berakhir ketika matahari sudah terbenam secara sempurna diufuk barat (tidak nampak seluruhnya)
  7. Waktu sholat Maghrib
  8. Dimulai dari berakhirnya waktu sholat Ashar. Yaitu ketika matahari sudah terbenam secara sempurna di ufuk barat sehingga dilangit tinggal menyisakan cahaya merah (awan merah). Berakhir ketika awan merah hilang dan berganti gelap.
  9. Waktu sholat Isya’
  10. Dimulai dari berakhirnya waktu sholat Maghrib. Yaitu ketika awan merah hilang dan berganti gelap. Berakhir ketika fajar shidiq sudah muncul menerangi langit. Tanda dimulainya waktu Shubuh.
Di jaman sekarang untuk mengetahui waktu sholat bisa dikatakan tidak sulit. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa banyak kemudahan dalam segala hal termasuk dalam hal untuk mengetahui waktu sholat. Kita tidak perlu repot-repot melihat langit untuk mengetahui keberadaan matahari. Kita juga tidak perlu lagi mengukur bayangan benda untuk mengetahui waktu Ashar. Cukup mudah… hanya dengan melihat jadwal waktu sholat yang ada pada kalender-kalender atau yang dibuat oleh instansi-instansi baik pemerintah maupun swasta. Tapi walaupun demikian kita tetap harus selektif untuk memilih jadwal waktu sholat yang dijadikan referensi tersebut. Jangan sampai terjebak karena tidak semua jadwal waktu sholat yang tersebar bebas di pasaran dibuat oleh orang yang benar-benar mengetahui waktu sholat. Ada yang dibuat karena alasan profit oriented, ada yang karena privasi, ada pula yang karena alasan lain.

Sangat direkomendasikan bagi kita untuk menggunakan jadwal waktu sholat yang dikeluarkan oleh pihak-pihak yang mempunyai pengetahuan lebih dibidang agama Islam khususnya fiqih seperti lembaga yang menangani urusan keagamaan seperti departemen agama, organisasi-organisasi Islam besar, pondok-pondok pesantren dan yang lain.

Kesimpulan akhir :
Dengan mengetahui waktu sholat kita akan terhindar dari kekeliruan ketika melaksanakan karena salah satu hal yang bisa membuat sholat jadi sah adalah mengetahui waktu sholat.
Mari disiplinkan sholat kita dan jadikan diri kita orang-orang yang cinta dan mencintai sholat.

Wallaahu a’lam

23 March 2010

Efek Nyata Mengabaikan Sholat Bagi Orang Lain

Selalu ada saja hal yang bisa dibicarakan mengenai sholat. Ibadah yang satu ini memang sarat dengan perkara yang mesti diperhatikan. Dari sejak sebelum mulai, lalu melakukan, kemudian selesai sampai hal-hal lain yang berkaitan. Jika sebelumnya sudah saya singgung sedikit mengenai hal-hal yang membuat kita mengabaikan sholat, kali ini yang akan saya bicarakan masih ada kaitannya dengan hal tersebut.

Melaksakan sholat memang bisa dibilang ringan-ringan berat. Ringan karena sebenarnya waktu yang dibutuhkan sangatlah sebentar dan tata caranya banyak yang mengajarkan. Berat karena pelaksanaan sholat tidak ada sedikitpun sugesti duniawi yang langsung bisa dinikmati. Suatu misal jika dalam waktu bersamaan dagangan kita sedang diserbu pembeli, ramai sekali. Sementara adzan Maghrib berkumandang. Hati dan perasaan kita pasti berkecamuk antara melakukan sholat atau melayani pembeli. Dalam keadaan seperti ini iman kita benar-benar diuji.
Ada yang memilih melakukan sholat, karena memang sudah kewajiban. Urusan yang lain bisa diatur. Namun tak jarang banyak yang lebih memilih meneruskan aktifitasnya. Tanggung katanya. Urusan sholat mudah, nanti diqodlo juga gak apa-apa. Wallaahu a’lam kalau begitu.

Memang … urusan sholat adalah urusan pribadi dengan Allah SWT. Urusannya urusan iman. Nyaris tidak ada hukum di dunia ini yang ikut andil dalam hal menegakkan sholat secara tindakan kecuali pada beberapa tempat. Ini juga mungkin salah satu faktor ketidaktakutan seseorang ketika dia meninggalkan sholat.
Saya teringat cerita mantan TKI Arab Saudi di kota Mekah. Di sana kata dia, setiap kali adzan berkumandang semua orang akan berbondong-bondong pergi ke masjid. Mereka tinggalkan semua aktifitasnya untuk melakukan sholat jamaah. Kalau ada diantara mereka yang masih menunggui barang dagangannya, maka tidak segan-segan asykari, polisi sana untuk memukulnya dengan pentungan. Hasilnya… kecenderungan mengabaikan sholat bisa diminimalkan.

Saya kadang berangan-angan sendiri, coba di negara kita tercinta ini ada upaya riil dari pihak pengelola negara atau pemerintah untuk membuat warganya khususnya yang muslim jadi takut mengabaikan sholat. Mungkin dengan adanya vonis bagi yang terbukti meninggalkan sholat seperti halnya vonis bagi orang yang ketahuan berjudi. Atau bisa juga dengan cara lain…

Efeknya Bagi Orang Lain
Sebagian kita mungkin berfikir “urusanku urusanku – urusanmu urusanmu” dan itu dipraktekkan juga dalam hal sholat. Kita kembali lagi pada kaidah bahwa yang namanya hukum wajib adalah adanya dosa ketika meninggalkan sesuatu. Sholat adalah wajib (fardlu ‘ain). Meninggalkannya adalah dosa besar.
Perbuatan dosa seseorang bisa saja menjadikan orang lain ikut berdosa yaitu ketika orang lain tahu dan tidak mengingatkan (selagi mampu).
Kalau kita melihat perjudian maka kita ikut berdosa dengan membiarkan orang lain berjudi. Kalau kita ikut mendengar orang lain menggunjing maka kita ikut berdosa dengan membiarkan pergunjingan. Kalau kita melihat orang lain tidak menutup aurat maka kita ikut berdosa dengan membiarkannya dan akan bertambah lagi jika kita justru menikmati. Kalau kita mengetahui orang lain mengabaikan atau meninggalkan sholat maka kita juga ikut berdosa dengan tidak mengingatkan dan menyuruhnya sholat.

Perbuatan dosa yang kita dapat dari contoh-contoh di atas adalah karena kita punya kewajiban amar ma’ruf nahi munkar yang tidak dilakukan. Pada prakteknya hal ini memang sulit sekali dan kadang sangat dilematis. Tapi inilah kewajiban agama, perintah Nabi yang harus ditaati demi kebaikan ummatnya. Dan kita telah diberikan toleransi apabila tidak ada kemampuan dalam mencegah kemunkaran dengan kekuatan, kekuasaan dan dengan lisan, maka dicukupkan bagi kita untuk selalu membencinya di dalam hati.

Sebuah harapan selalu tersirat akan terwujudnya masyarakat islam di negeri tercinta ini menjadi masyarakat yang cinta dan mencintai sholat. Selalu memperhatikan, takut meninggalkan, juga tak henti untuk mengingatkan yang lain.
Sugestinya hanya satu …

“Walau anna ahlal quroo aamanuu wat taqou lafatahnaa ‘alaihim barokaatim minas samaa,i wal ardhi wa laakin kadzdzabuu fa akhodznaahum bimaa kaanuu yaksibuun”

Jikalau sekiranya negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A’raaf : 96)

Walaahu a'lam