21 February 2010

Indahnya Kebersamaan...

Ketika saya membuat tulisan ini, saya dan rombongan 20 orang baru saja pulang membesuk saudara yang dirawat di Rumah Sakit Islam Kustati Solo. 4 hari yang lalu dia mengalami kecelakaan. Sepeda motor yang dikendarainya menabrak mobil pick up pengangkut rumput yang saat itu baru saja mau bongkar muatan.
Kondisi saudaraku sangat parah, kakinya sebelah kanan mengalami patah tulang besar dan tulang kecil, tangan kirinya juga patah tulang. Belum lagi kepala dan sekujur tubuhnya benar-benar penuh luka. Saya sendiri sampai tidak tega melihat kondisinya yang mengenaskan.
Kronologi terjadinya kecelakaan itu saya sendiri kurang begitu tahu. Saat saya sampai di TKP saudaraku sudah dalam keadaan terkapar bersimbah darah dikerumuni banyak orang.
==================
Ada beberapa pelajaran berharga dari musibah yang menimpa saudaraku ini :
  1. Yang namanya musibah memang tidak ada seorang pun yang menghendaki. Tapi kalau nasib sudah digariskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, ternyata tidak ada siapapun yang bisa menghindar. Sekalipun begitu Tuhan Yang Maha Kuasa tidak akan menciptakan suatu ciptaan termasuk musibah kecuali ada hikmah dibalik itu. Ketika keadaan sedang sakit ada satu hal yang paling diingat yaitu betapa besar nilai nikmat yang bernama kesehatan.
  2. Saya teringat sebuah kata indah "Ketika Allah SWT menghendaki seorang hamba menjadi hamba yang selamat maka dia akan didekatkan kepada hal-hal yang menyelamatkan, begitu sebaliknya ketika seorang hamba dikendaki menjadi orang yang celaka maka dia akan didekatkan pada hal-hal yang mencelakakan" (au kamaa qoola) Berarti sebuah kejadian adalah proses sebab dan akibat yang telah diatur oleh Allah SWT. Tanpa ada sebab tak akan ada akibat. Efek kecelakaan yang menimpa saudaraku begitu parah karena disebabkan banyak hal. Pertama dia menjalankan sepeda motornya begitu kencang seperti terburu-buru dijalanan pedesaan yang cuma 2 jalur. Kata saksi mata kecepatannya kurang lebih 90-100 km/jam. Kedua dia tidak memakai helm pengaman. Ketiga faktor lokasi kejadian yang berupa jalanan mendatar kemudian menukik tiba-tiba dan sedikit menikung sehingga siapapun pengendara yang akan melewati tidak melihat apapun dijalanan yang menukik tersebut. Andai saja saudaraku jalannya pelan-pelan..., Andai saja saudaraku memakai helm pelindung kepala..., Andai saja semua jalanan mendatar, tanpa tikungan ataupun menurun... Tentu semua kejadian yang seharusnya terjadi tidak akan pernah terjadi. Tapi bisakah begitu ???
  3. Indahnya kebersamaan dan kerukunan. Efek positif dari kejadian yang menimpa saudaraku adalah timbulnya sikap kasihan dan tolong menolong. Siapa yang mengangkat dia ketika terkapar? Siapa yang mengantarnya ke Rumah Sakit? Siapa yang perasaannya ikut merasa sakit? Siapa yang melipur ayah ibunya yang bersedih? Jawabannya pasti orang lain. Ada teman, sanak saudara, para tetangga dan juga orang lain yang tidak ada hubungan kerabat sama sekali.
Ada banyak yang tersisa dari sekelumit hikmah di atas. Mungkin Anda yang akan memberinya lebih banyak.
Selalu syukuri nikmat apapun yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita dengan selalu berusaha mendekatkan diri kepadaNya. Bersabar dalam menerima segala ujian dan musibah. Pasrahkan diri dan segala aktifitas apapun yang kita perbuat tanpa mengurangi ikhtiyar kearah yang lebih baik. Ikhlaskan diri untuk selalu berbagi dengan orang lain. Mungkin dengan materi, mungkin dengan tenaga, mungkin dengan ilmu, dan mungkin juga dengan perasaan dan do'a.

Wallaahu a'lam

8 comments:

Agus Siswoyo said...

Kadang, untuk menyadarkan manusia perlu diberi pelajaran dulu. Semoga cepat sembuh.

fatchur said...

amin

Bundapreneur said...

Jangan berandai-andai........apa yg tjd skrg adalh akibat dari sebab.....dan sebab adalah pilihan.....btw, kebersamaan adalah kekuatan, dan kesendirian adalah kelengahan....

Umar Puja Kesuma, S.Pd. said...

Selalu ada hikmah dibalik sebuh peristiwa. Dan hanya mereka yang memiliki ketajaman mata hati lah yang mampu menyibak tabir hikmahnya.

POOSOFT said...

Benar..dengan merendahkan hati,,,menyerahkan Total kepada ALLAH maka Musibah bisa diallui dengan sabar...dan tawakkal

fatchur said...

Terima kasih semua sudah berkenan berkunjung kesini.

Agus Siswoyo said...

Semoga mas Fatchur mendapat manfaat dari artikel review blog ini.

fatchur said...

amiiiiiin...