23 September 2009

Mengembalikan Jati Diri Bangsa dalam sebuah kontes

Joko Susilo berhasil menggelar kontes Stop Dreaming Start Action yang cukup menghebohkan dan menemukan para jawara SEO 10 besar. Beberapa waktu lalu sebelum kontes Stop Dreaming Start Action berakhir kontes serupa juga digelar. Namun kali ini dengan tema Mengembalikan Jati Diri Bangsa.

Adalah Beritajitu.com, sebuah portal berita yang diluncurkan pada tanggal 20 Mei 2009 yang menggelar kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa tersebut dengan iming-iming hadiah yang cukup besar melebihi kontesnya Joko Susilo yaitu 27,5 juta rupiah. Dan lagi-lagi google.co.id adalah jurinya. Beritajitu.com sendiri adalah salah satu devisi usaha dari PT. Mataram International Solutions sebuah perusahaan yang bergerak di berbagai jenis usaha baik yang lokal maupun international.

Ketika kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini dibuka pada 11 Juli 2009 banyak tanggapan dari berbagai fihak. Ada yang positif namun tidak sedikit pula yang negatif. Ada juga yang meragukan kebenarannya karena melihat Beritajitu.com adalah portal berita yang umurnya masih sangat-sangat belia. Hal ini disadari juga oleh Beritajitu.com. Namun semuanya dianggap sebagai sesuatu yang bersifat membangun dan penghargaan yang sangat berarti.

Melihat alasan diadakannya kontes Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini oleh Beritajitu.com saya menilai cukup masuk akal. Memang kondisi bangsa akhir-akhir ini bukan cenderung kearah perubahan yang lebih baik jika dibandingkan masa lalu. Anak-anak bangsa ini kelihatannya mulai kehilangan rasa nasionalismenya terhadap bangsa sendiri sehingga kurang tanggap terhadap kondisi. Sedikit demi sedikit rasa tresno, rasa memiliki dan rasa bangganya terhadap bangsa sendiri mulai pudar. Yang dibanggakan justru ketika mereka bisa berprilaku layaknya orang luar indonesia. Budaya-budaya santun dalam berbicara, sopan dalam berbusana, berprasangka baik terhadap sesama warga negara maupun dengan orang mancanegara dan budaya-budaya sendiri yang lain mulai ditinggalkan. Satu misal kalau dulu kebanyakan orang jawa bangga mengenakan kain panjang berbaju kebaya dengan rambut disanggul, sekarang secara perlahan berganti rasa malu jika harus mengenakan pakaian semacam itu sehari-hari. Dan terbukti sekarang tinggal para orang tua-orang tua dipelosok pedesaan yang kebanyakan masih mempertahankan busana adat jawa tersebut. Jadi gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang dikumandangkan oleh Beritajitu.com sangat perlu sekali. Walaupun pada prakteknya untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa bukanlah hal yang mudah. Namun semua harus dimulai dari saat ini juga.

Pertama untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa harus diketahui dulu apa faktor yang menyebabkan jati diri bangsa ini menjadi pudar bahkan menghilang.

Kedua untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa harus ada solusi yang bersifat teori.

Ketiga untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa harus ada langkah pasti dan pembuktian dari sebuah teori.

Keempat untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa harus ada ikhtiyar secara batin dalam wujud do'a dan kepasrahan pada Allah yang Maha Kuasa

PERTAMA;
Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan mengetahui terlebih dahulu dulu apa faktor yang menyebabkan jati diri bangsa ini menjadi pudar bahkan menghilang.

Hilang atau lestarinya sebuah jati diri bangsa adalah proses sebab dan akibat. Tidaklah mungkin bangsa Indonesia yang dulu dikenal sebagai bangsa yang santun dan ramah serta bersatu dalam kebhinekaan ini kehilangan budaya santunnya secara spontan. Tidak mungkin juga kehilangan keramahannya secara tiba-tiba. Semua pasti ada penyebabnya. Tanpa mengetahui penyebabnya tentu proses Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini akan terasa sulit untuk dilakukan.
Kita semua tahu bahwa kekuatan besar suatu bangsa adalah terletak pada jiwa generasi-generasi bangsa itu sendiri. Bukan pada sumber daya alamnya, bukan pada besar kecilnya geografis, bukan pula pada sedikit banyaknya penduduk yang tinggal dan menghuni. Ketika jiwa generasi suatu bangsa kuat lahir dan batin maka negara juga menjadi kuat dan tugas Mengembalikan Jati Diri Bangsa bukanlah sebuah PR yang harus diresahkan. Namun ketika jiwa para generasi sudah dalam keadaan rapuh maka rapuh pula kekuatan suatu bangsa yang berujung pada hilangnya jati diri.
Ada banyak hal yang menjadikan rapuhnya jiwa-jiwa generasi bangsa. Lukman Haqani dalam bukunya yang berjudul Nestapa Remaja Modern terbitan Pustaka Ulumuddin Bandung memberikan penjelasan yang luas tentang hal-hal yang menyebabkan remaja yang notabenenya adalah generasi bangsa menjadi remaja yang bermental rapuh dan nista.
  1. Terjerat pemikiran sesat yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang Allah dan agama. Banyak sekali ditemui orang-orang yang mengaku beragama namun mereka enggan melaksanakan aturan agamanya. Agamanya mungkin islam. Tidak rela jika disebut non muslim namun mereka malas melaksanakan ibadah. Sholat malas, puasa malas, ngaji antipati, baca alqur'an apalagi. Bahkan ada yang tidak peduli sama sekali terhadap kewajibannya kepada sang Khaliq. Seolah dalam pemikiran mereka ada keraguan tentang keberadaan Allah. Mereka ragu bernaung dibawah hukum-hukum agama yang diajarkanNya yang salah satu ajarannya adalah kewajiban mencintai tanah air dan menjaga negara untuk tetap menjadi negara yang baik dan bermoral seperti yang dicontohkan Rosulullah dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan mewujudkan negara yang madani.
  2. Sulit mencari tauladan. Bagaimana mungkin gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa bisa diaplikasikan jika tidak ada sosok yang bisa dijadikan tauladan. Sedang suatu tindakan apapun selalu dipengaruhi oleh orang lain. Tidak heran jika kemudian remaja menengok ke kanan dan ke kiri mencari siapa yang akan di ikuti dan di tiru. Dan karena kurangnya pemahaman tentang agama serta obsesi kemodernan yang sangat menggelora remaja kadang terjebak dalam sensasi-sensasi semu dengan berkiblat pada orang-orang yang dipopulerkan oleh berbagai media. Mereka mulai menganggap bahwa kepopuleran adalah modern. mereka menganggap orang-orang terkenal yang digambarkan banyak media massa adalah modern. Akhirnya mereka berusaha juga mendapatkannya dengan meniru orang-orang tersebut dalam gaya hidup, pergaulan, berbusana dan semuanya. Atau mereka yang terobsesi oleh kenyamanan dan keberhasilan yang serba instant. Mereka mencari figur orang-orang yang dianggap bisa menunjukkan jalannya. Mulailah dengan mendatangi para dukun, paranormal untuk minta menjadi kaya secara cepat, naik pangkat, jadi orang penting dan lain sebagainya.
  3. Digenggam robot. Berkembangnya peradaban manusia menghasilkan berbagai macam kreasi baru dengan berbagai macam motif dan tujuan. Siapa yang tidak kenal dengan televisi. Ia adalah teknologi yang paling cepat dalam menghadirkan informasi. Namun disadari atau tidak disadari televisi pulalah yang paling dahsyat dalam mempengaruhi moral para generasi. Dengan tayangan-tayangannya yang kebanyakan palsu televisi telah berhasil merubah dari hanya sekedar tontonan menjadi sebuah pedoman dan tuntunan. Siapa pula yang tidak kenal internet. Menjelajahinya bagaikan berpetualang di dunia yang tanpa batas. Siapa pula tidak kenal game. Sebuah hiburan yang katanya untuk refreshing, tapi telah berubah menjadi sebuah kegiatan wajib bagi sebagian orang. Dimana letak dampak positifnya sebuah game selain hanya hiburan untuk sebuah kepuasan. Selebihnya yang didapat hanyalah buang-buang uang, waktu, dan pikiran belaka. Memang televisi, internet, game, dan teknologi-teknologi yang lain adalah anugarah Allah, buah dari pemikiran manusia. Dengan teknologi pula manusia bisa menggunakannya untuk tujuan-tujuan positif dan juga sebagai sarana Mengembalikan Jati Diri Bangsa dikala dibutuhkan. Namun kalau salah dalam pemanfaatan maka dampak yang timbul justru akan lebih menyedihkan.
  4. Kamu kok ketinggalan zaman. Begitulah yang ada dibenak kebanyakan remaja jaman sekarang. Malu dibilang tidak gaul, malu dikatakan ketinggalan jaman, katrok dan lainnya. Mereka berusaha untuk selalu melakukan sesuatu demi sebuah mode. Katanya biar gaul dan ngetrend. Tidak peduli apakah mode itu sesuai dengan karakter mereka sebagai anak nusantara yang punya adat ketimuran atau tidak. Tidak peduli apakah gayanya sesuai dengan aturan agama dan norma-norma masyarakat atau tidak. Banyak diantara mereka yang bertingkah tidak selayaknya kodrat yang diberikan Allah. Yang laki-laki bergaya perempuan. Dengan telinga memakai anting, dengan leher memakai kalung, rambut pendeknya pun dibiarkan menjadi panjang. Yang perempuan meniru gaya laki-laki. Rambutnya cepak, busananya minim, cenderung terbuka dan lain sebagainya. Tidak hanya mode yang ingin dimodernkan. Kebiasaan makan ikut-ikutan dimodernkan. Mereka berfikir keren jika bisa makan apa saja. Dari yang halal sampai pada yang haram. Dari yang sekedar makan untuk memenuhi kebutuhan sampai yang hanya bertujuan biar dibilang gaul dan anak jaman. Lihatlah banyak para remaja tanpa ragu dan malu lagi mengumbar perilaku buruk dengan pesta minuman keras dipasar-pasar, diwarung remang-remang, di pojok-pojok perumahan, diujung jalan, dipersimpangan dan di tempat-tempat lain. Lihat pula mereka-mereka yang bangga makan makanan import, makanan cepat saji, ada daging, ada roti, ada donnat, ada pizza. Padahal di negara asalnya masing-masing makanan-makanan tersebut banyak yang dikatakan sebagai makanan sampah. Apa bedanya mereka yang makan nasi dengan yang makan roti. Hanya di lidah. Karena ketika sudah sampai diperut maka jadinya adalah sama yaitu kotoran menjijikkan. Sementara tujuan makan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan tubuhnya. Walhasil tidaklah mungkin aksi Mengembalikan Jati Diri Bangsa ini dilakukan oleh mereka jika mereka masih berprilaku seperti itu.
  5. Penyakit yang merajalela. Akan banyak ditemui dan ditemukan berbagai macam penyakit baru dan aneh yang sebelumnya belum pernah ada, mulai dari penyakit jantung, AIDS, penyakit kelamin, SARS, Parkinson, Alzheimer, hepatitis B, hemofilia, hipertensi, kardiovaskular, osteoporosis, hernia, anthrax dan lain sebagainya. Beragam penyakit ini tidak urung ikut ambil bagian dalam merosotnya mental para generasi bangsa karena mereka dihantui ketakutan yang berlebihan. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa Mengembalikan Jati Diri Bangsa jika keadaan mereka sendiri menderita oleh rasa takut dan penyakit. Sedangkan salah satu upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah melawan rasa takut yang kadang menyelinap di dalam perasaan.
  6. Kemaksiatan. Ciri khas zaman modern adalah kebebasan melakukan apa saja termasuk perbuatan yang melanggar norma agama dan negara. Diantara perbuatan-perbuatan itu adalah perjudian. Kalau di sebagian negara Barat mungkin itu hal yang tidak dipersoalkan bagi mereka. Judi adalah profesi. Bahkan tempatnya pun kadang disediakan begitu mewahnya, begitu lengkapnya, begitu banyak ragam dan jenisnya. Di Indosesia yang memiliki adat ketimuran, yang sedari dulu bertahan dalam jati diri sendiri, walaupun pada akhir-akhir ini jati diri itu telah pudar dan baru digelorakan kembali dengan gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa, prilaku perjudian bisa dibilang banyak yang masih tradisional. Tapi apapun bentuknya yang namanya judi tetaplah judi. Bukan hanya melanggar undang-undang pemerintah tapi juga undang-undang agama. Kemudian perzinaan. Salah satu relaita mengerikan dari sebuah kemodernan adalah lokalisasi prostitusi dan tradisi hidup bersama diluar ikatan pernikahan. Tidak ada lagi penghargaan pada diri sendiri sebagai manusia dan makhluk mulia. Perilaku hewani telah diadopsi secara apa adanya. Mereka suka sekali menjerumuskan diri ke lembah nista. Na'udzubillaah.
Masih banyak hal-hal lain yang tidak bisa saya jelaskan disini yang menjadi penyebab rapuhnya mental generasi. Dan secara tidak langsung berimbas pada ketidakmampuan dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa serta menjaganya.

KEDUA;
Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan solusi yang bersifat teori.

Teladan Mengembalikan Jati Diri Bangsa pada tahap ini adalah adalah Rosululloh SAW. Beliau telah memberikan satu contoh ketika beliau menyendiri di gua Hira'. Sampai kemudian Allah SWT menurunkan wahyu pertamaNya kepada beliau dengan sebuah perintah "Iqro'". Bacalah.
Kaitannya dengan kiat Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah perlunya langkah awal untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa yang dimulai dengan proses belajar. Dalam hal apapun ilmu mutlak dibutuhkan.
Seorang dokter bisa mengobati penyakit karena dia telah belajar dan mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan penyakit tersebut. Seorang ahli ekonomi bisa menganalisa perkembangan ekonomi suatu bangsa karena dia mengetahui teori-teorinya. Dan itu dia dapatkan lewat proses belajar. Seorang pengemudi bisa menjadi pengemudi yang handal dan toleran karena dia mengetahui teorinya baik lewat belajar maupun dengan pengalamannya selama menjadi pengemudi. Ketika generasi bangsa dituntut untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa maka mereka harus mengetahui apa yang menyebabkan bangsa ini kehilangan jati diri dan apa yang harus dilakukan untuk mengembalikannya. Maka perlu adanya proses belajar dalam hal itu. Jalan setiap orang tidaklah sama. Ada yang kekanan, ada yang kekiri. ada yang lewat jalan ini, ada pula yang lewat jalan itu. Namun lewat manapun mereka berjalan, dengan cara apapun mereka bertindak mereka bisa berbuat sesuatu yang berharga untuk bangsanya. Dan pelajaran yang harus ditempuhnya adalah disesuaikan dengan apa yang akan dilakukannya. Saat ini banyak tersedia lembaga-lembaga pendidikan dengan berbagai macam jurusan. Ada yang formal, ada juga yang non formal. Ada yang disediakan langsung oleh pemerintah sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap proses pendidikan rakyatnya, ada juga yang disediakan oleh swasta dikarenakan kesadarannya akan pendidikan. Banyak juga event-event dilakukan yang ditujukan untuk membangkitkan kesadaran dalam berbangsa dan bernegara semacam seminar, diskusi, dialog interaktif dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana melakukan optimalisasi agar lembaga-lembaga pendidikan atau event-event tersebut benar-benar membuahkan hasil tidak hanya sekedar ilmu dan pengetahuan tapi juga membangkitkan kesadaran perlunya untuk mengaplikasikan dalam kehidupan nyata yang salah satu tujuannya adalah Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Istilah yang sedang ngetrend Stop Dreaming Start Action.

Cara lain untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan solusi yang bersifat teori dan strategi adalah dengan adanya peraturan-peraturan tertulis dari pihak yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap pengaturan bangsa dalam hal ini adalah pemerintah. Pemerintah tidak boleh tinggal diam dengan bangsa ini karena bangsa ini akan dapat berjalan dijalur yang benar kalau ada aturan-aturan yang benar. Kehidupan sosial akan menghasilkan masyarakat yang sosialis dan punya kepedulian jika ada aturan yang bekaitan dengan kesosialan. Pola pendidikan yang baik akan bisa dilakukan jika ada pengaturan kependidikan yang baik. Begitu juga yang lain. Masing-masing akan berjalan dengan baik jika ada peraturan dan pengaturan yang baik khususnya dari pemerintah. Dan dengan begitu setidaknya upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa mempunyai arahan yang tepat.

KETIGA;
Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui langkah pasti dan pembuktian sebuah teori.

Inilah fase paling pokok dan terpenting dalam upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Pernah saya ungkapkan pada posting Stop Dreaming, Start Action! ; Aplikasinya dalam kehidupan bahwa apalah manfaat sebuah perencanaan jika tidak diterapkan, apalah manfaat sebuah ilmu jika tidak digunakan. Apalah manfaat sumberdaya manusia jika tidak diaplikasikan. Teori-teori, pelajaran-pelajaran, peraturan-peraturan adalah sebuah petunjuk yang harus dilakukan. Bukan sekedar tulisan rapi yang hanya menghiasi dinding atau buku-buku yang hanya untuk dibaca, dihafalkan kemudian disimpan. Semuanya harus dibuktikan dengan tindakan atau action. Satu contoh Al Qur'an mengajarkan manusia untuk hidup rukun, bersatu dan saling tolong menolong, maka itulah yang harus dilakukan oleh umat manusia agar kehidupannya selalu harmonis. Pemerintah mengeluarkan anjuran wajib belajar untuk semua warga negara maka pemerintah juga harus memberikan segala kemudahan agar warga negara benar-benar menjadi warga yang berpendidikan dan kelak dapat berperan dalam upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Aparatur negara mengeluarkan peraturan dilarang melakukan tindakan kriminal maka semua warga termasuk aparatnya harus menjauhi dari perbuatan kriminal dan melanggar hukum sebagai upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa. Orang punya keinginan untuk sukses dalam bekerja dan dia telah belajar untuk mencapai keinginannya tersebut lewat berbagai lembaga pendidikan maka dia harus melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang dipelajarinya. Orang ingin menjadi sholeh dan berperan dalam upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan dia telah belajar untuk itu lewat lembaga pendidikan keagamaan maka dia harus melakukan apa yang telah dipelajarinya baik dengan tekun beribadah, patuh pada orang tua, santun pada sesama atau yang lain. Generasi muda yang ingin terhormat maka haruslah melakukan tindakan-tindakan terhormat pula. Mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif dan berguna seperti belajar, beramal, melakukan kegiatan sosial. Juga menjauhi hal-hal yang negatif yang bisa mendatangkan dampak menyengsarakan dan merugikan baik diri sendiri lebih-lebih kepada orang lain. Jauhi perjudian, jauhi perzinaan, jauhi pencurian, jauhi permusuhan, jauhi pertikaian dan jauhi perbuatan-perbuatan nista yang lain sebagai upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa.
Jadi inti tahap ini dalam upayanya Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah action dan action sesuai teori dan peraturan yang telah diupayakan sebelumnya.

KEEMPAT;
Mengembalikan Jati Diri Bangsa dengan ikhtiyar secara batin dalam wujud do'a dan kepasrahan kepada Allah yang Maha Kuasa

Kita hanyalah titah sewantah. Dalam hal apapun tidak ada sedikitpun unsur kesempurnaan. Mengembalikan Jati Diri Bangsa adalah sebuah upaya dan ikhtiyar. Karena kita dicipta oleh Allah di sebuah bangsa dan kita diperintah untuk mencintainya. Rosulullah juga telah menganjurkan untuk mencintai bangsa, tanah air bumi pertiwi. Bahkan beliau sendiri bersabda "cinta tanah air adalah sebagian dari iman".
Kalau semua telah dilakukan dalam upaya Mengembalikan Jati Diri Bangsa sesuai dengan apa yang kita mampu, maka yang tinggal hanyalah harapan dan permohonan agar Allah meridloi jalan yang kita tempuh untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa, memberikan petunjukNya serta memudahkannya kearah itu. Lebih dari itu Allah Maha Tahu dengan apa yang terbaik buat kita sebagai hambaNya juga sebagai anak bangsa tercinta. Allah Maha Kuasa dalam Mengembalikan Jati Diri Bangsa dan Allah Maha Tahu, Maha Kuasa diatas segalanya.

Mari syi'arkan gerakan Mengembalikan Jati Diri Bangsa seperti yang dikumandangkan Beritajitu.com. Bukan hanya untuk sebuah kontes namun untuk sebuah pengabdian kepada nusa, bangsa dan Tuhan Yang Maha Esa.

Wallaahu a'lam

3 comments:

hill said...

minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir bathin apabila ada kata2 & komentar yg kurang berkenan ya mas :)

sekalian mau titip link utk optimasi domain baru
www.hilmifirdaus.com

Agus Siswoyo said...

Mohon maaf lahir batin, mas...

Artikel yang padat dan bermanfaat.

bapakechilpii said...

Terima kasih kunjungannya.