27 September 2009

Yang Jujur Saja

Alhamdulillaah saya bisa menulis lagi setelah beberapa hari terakhir harus istirahat karena tidak enak badan.
Beberapa waktu yang lalu salah satu temannya temanku (teman dari temanku) yang baru saja tahu dunia internet dan bisnis online juga terlihat murung dan tidak bergairah seperti halnya saya. Bedanya kalau saya karena lagi tidak enak badan, sedangkan dia lagi tidak enak hati, lagi galau pikirannya. Usut punya usut ternyata salah satu akun dia di bisnis online kena suspend permanent oleh perusahaan. Padahal akun dia sudah terisi komisi sekitar USD 21 koma sekian-sekian dan tinggal menunggu proses withdraw.
Temanku memang lagi mengikuti bisnis online PPC salah satu perusahaan dan dia registrasi sebagai publishernya. Saya merasa kasihan juga sama dia karena komisi yang seharusnya dia terima adalah komisi pertamanya. Saya coba cari penjelasan lebih lanjut dan diapun mulai bercerita panjang lebar. Yang paling saya perhatikan dari ceritanya sehingga kemudian menimbulkan inspirasi untuk saya ungkap disini adalah strategi dia dalam menambah jumlah klik yaitu dengan mengeklik iklan yang dia terbitkan sendiri. Dia mencoba mengelabuhi perusahaan dengan berganti IP Adress. Dia registrasi di warnet kemudian dia klik iklannya sendiri lewat komputer dirumahnya. Katanya kalau pindah komputer berarti pindah IP Adress dan itu tidak akan ketahuan. Tidak cuma itu saja dia juga menggunakan handphone SE-nya yang punya web broser bermacam-macam dari yang bawaan handphonenya sampai yang dia download di www.getjar.com seperti Opera Mini v4.2, Bolt v1.4 beta, UCweb dan lainnya untuk mendapatkan banyak klik.
Dipikir-pikir lucu juga dia dan saya cuma manggut-manggut memaklumi kepolosannya. Maklum masih pemula. Dia belum mengetahui dan memahami kalau para pelaku bisnis internet kelas dunia tidak mudah dikelabuhi hanya dengan pindah IP satu ke IP yang lain. Apalagi mereka yang menjalankan bisnis semacam Pay Per Click atau Pay Per Lead/Cost Per Action, sudah pasti mereka selalu mengikuti perkembangan para hacker dalam melakukan kecurangan dan melakukan antisipasi terhadapnya.

Temannya temanku memang tidak bisa dikatakan salah sepenuhnya. Hanya belum tahu saja. Dia berfikir sangat sederhana dan simpel. Dia hanya ingin mendapatkan hasil yang lebih dengan kerja yang dirasakan mudah dan instant. Pola pikir semacam ini pula yang melanda kebanyakan orang. Dan karenanya pula banyak dari mereka yang melupakan satu hal penting yang seharusnya betul-betul dijadikan landasan dan pegangan dalam menjalankan pekerjaannya yaitu kejujuran. Banyak yang menganggap bahwa kejujuran adalah salah satu penghalang untuk menjadi lebih maju karena jujur selalu membatasi gerak dan langkah mereka untuk melakukan segala hal. Mau begini tidak boleh, mau begitu dilarang. Padahal begini dan begitu menurutnya adalah yang paling mudah untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Subhaanallaah…
Jujur, sifat yang mudah dalam teori, namun tidak mudah dalam realita. Tidak semua orang merasa bisa melakukannya. Apalagi jika kejujuran itu berujung pada hal yang dirasa kurang menguntungkan dengan berkurangnya sesuatu yang dia miliki atau yang akan dia miliki walaupun sedikit seperti harta benda, kehormatan, martabat, kewibawaan atau menjadikan timbulnya hal-hal yang menyakitkan seperti dimarahi, diomeli, dianggap bodoh, mungkin juga dipukuli dan disakiti secara fisik tentu akan lebih berat sekali kejujuran itu.
Namun inilah sifat yang sangat mulia yang diajarkan oleh Tuhan Yang Maha Mulia melalui manusia yang paling mulia pula yaitu Rosulullah SAW. Rosulullah SAW mendapat gelar Al Amien, gelar yang tidak akan pernah disandang siapapun selain beliau, gelar yang tidak akan pernah dikeluarkan oleh perguruan tinggi manapun dan kepada siapapun karena kejujuran beliau. Tidak pernah sekalipun dalam hidupnya melakukan suatu kebohongan baik dalam berkata maupun dalam berprilaku. Dan hal itu diterapkannya dalam segala aspek baik berdakwah, bersosialisasi dengan para sahabat maupun musuh, berumah tangga, maupun dalam berbisnis. Satu hal beliau contohkan di saat beliau berdagang tidak pernah beliau menyembunyikan cela yang ada pada barang dagangannya.

Alangkah indahnya jika sikap jujur selalu jadi landasan setiap orang dalam melakukan segala hal.
Alangkah indahnya jika seorang pedagang berdagang dengan jujur. Tidak menyembunyikan kekurangan, tidak bilang rugi jika sudah untung, tidak bilang pasti berguna dengan dagangan yang belum tentu berguna, tidak bilang pasti cocok dengan Anda jika dagangannya belum tentu cocok. tidak bilang pasti menguntungkan Anda jika dagangannya belum tentu menguntungkan. Termasuk kaum blogger yang tengah melakukan perkerjaan dan bisnis secara online tidak melakukan klik iklan sendiri pada pay per klik yang diikuti, tidak melakukan promosi dengan banyak kata PASTI karena yang bisa memastikan segala sesuatu hanya Tuhan, sedangkan manusia hanya mampu ikhtiyar. Tidak melakukan kecurangan-kecurangan yang lain karena hal itu bisa merugikan orang lain yang imbasnya suatu saat akan merugikan diri sendiri.

Alangkah indahnya jika seorang pemimpin memimpin dengan jujur. Tidak berjanji kalau tidak bisa menepati, selalu menepati kalau sudah berjanji.
Alangkah indahnya jika seorang karyawan bekerja dengan jujur. Tidak mencuri waktu dengan datang terlambat, tidak berleha-leha karena mumpung tidak diawasi, tidak hanya semangat karena ada pimpinan.

Kejujuran memang kadang menyakitkan. Namun dibalik kejujuran tersimpan harta karun paling berharga yaitu kepercayaan. Dan dengan kepercayaan segala potensi dan peluang akan mudah datang. Tanpa ada rasa percaya orang sungkan bekerjasama. Tanpa ada kerjasama dengan dan dari orang lain berarti sedikit demi sedikit pintu rejeki juga akan menyempit.

Makanya, Yang Jujur Saja

Wallaahu a'lam

2 comments:

Agus Siswoyo said...

Benar-benar mantab mas...

Tidak banyak artikel yang beginian di blogosphere. Uang dan kejujuran. Dua hal yang bagai buah simalakama. Kita butuh pemikiran jernih agar tidak keluar dari pakem sunnah Rosul.

Salam sukses!

Bapakechilpii said...

Betul mas.