24 August 2009

Perlukah Timbal Balik Sebuah Penghargaan?

Alhamdulillah sampai saat ini saya masih bisa mempertahankan rutinitas menulis di blog ini. Walaupun agak sedikit dipaksakan. Ya… yang namanya istiqomah memang perlu diperjuangkan. Tidak seterusnya kondisi badan dan fikiran selalu dalam keadaan mood and fresh, kadang muncul juga rasa males dan enggan. Apalagi kalau sudah capek dan ngantuk maunya… gak mau apa-apa.
Untuk kali ini saya mau menulis yang ringan-ringan saja mengenai masalah menghargai orang lain atau memberikan penghargaan kepada orang lain seperti yang biasa dilakukan orang-orang termasuk kita.

Menghargai orang lain atau dalam istilah lain memberikan penghargaan kepada orang lain memang sebuah etika mulia yang diajarkan oleh agama apapun, di negara manapun dan dalam kondisi apapun. Wujud dan cara pangungkapannya pun beragam. Ada yang melalui lisan dan tulisan seperti ucapan pujian, ucapan terima kasih atau hanya sekedar salam kenal dan salam hormat. Masih banyak lagi yang lain. Ada yang melalui sikap atau tindakan seperti tersenyum, menganggukkan kepala, tepuk tangan, acungan jempol dan lain sebagainya. Adapula dengan cara yang lain seperti memberikan sebuah hadiah, bingkisan, cendera mata. Kalau di dunia maya salah satu diantara ungkapan penghargaan adalah saling berbagi komentar antar netter satu dengan yang lain, blogger dengan yang lain.

Pertanyaannya perlukah sebuah penghargaan diberikan balasan? Seandainya rekan-rekan yang mendapatkannya apa yang akan rekan-rekan lakukan?
Jawab sendiri ya…

Kalau jawaban saya, sangat perlu. Karena dengan memberikan balasan sebuah penghargaan berarti menandakan sebuah penerimaan jalinan komunikasi yang mendalam yang muncul dari dalam hati. Ada rasa senang, ada rasa bangga tersendiri bagi orang yang diberi balasan sebagaimana kita merasa bangga kalau dihargai orang lain. Juga akan terasa sekali sikap nyedulur atau persaudaraan yang mana sikap nyedulur adalah kunci dari kesejahteraan ummat.

Seringnya terjadi perselisihan ataupun pertikaian baik dalam komunitas yang sangat kecil layaknya kita dengan teman kita atau dengan keluarga kita maupun dalam komunitas yang besar dan mendunia seperti antar negara, antar suku maupun agama salah satu penyebanya adalah karena hilangnya rasa bersaudara yang bermula dari hilangnya sikap saling menghargai satu dengan yang lain.
Seandainya saja sikap itu benar-benar menjadi realita bagi seluruh umat manusia sepertinya tak perlu sebuah negara menciptakan senjata perang, tak perlu juga diciptakan undang-undang anti kekerasan karena semuanya ada adalah karena dampak dari sikap manusia yang selalu merasa paling benar, merasa paling menang dan merasa paling segalanya dibanding dengan orang lain. Ilaa akhirihi…

Bagaimana cara membalas sebuah penghargaan. Tentunya disesuaikan seperti apa penghargaan itu diberikan dan juga disesuaikan dengan tuntunan-Nya "…dan apabila kamu dipuji dengan sebuah pujian maka balaslah dengan pujian yang lebih baik atau yang sepadan…"

Satu contoh diajarkan berikan jawaban sebuah salam dengan salam yang lebih baik atau sama.
Kalau diucapkan Assalaamu 'alaikum maka jawablah Wa 'alaikum salaam warohmatullooh atau Wa 'alaikum salaam.
Kalau diucapkan Assalaamu 'alaikum warohmatullooh jawablah Wa 'alaikum salaam wa rohmatullooh wa barokaatuh atau Wa 'alaikum salaam wa rohmatullooh.
Dan kalau diucapkan Assalaamu 'alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh maka jawablah dengan Wa 'alaikum salaam wa rohmatullooh wabarokaatuh.

Masih banyak lagi contoh lain yang tidak mungkin saya tulis semuanya karena tentu akan sangat panjang.

Intinya berikan balasan ketika sebuah penghargaan ditujukan kepada kita sesuai dengan apa yang kita mampu agar mereka yang telah memberi merasa berharga dengan apa yang mereka lakukan.

Tersenyumlah ketika mereka memberi senyuman kepada kita.
Menjawablah ketika mereka menyapa kita dengan jawaban yang bersahaja.
Terimalah dengan lapang dada ketika seseorang memberikan hadiah, bingkisan, cendera mata , kritikan, saran, pujian, dukungan kepada kita apapun bentuknya lalu ucapkan terima kasih dengan tulus dan ikhlas. Niatkan dalam hati bahwa suatu saat nanti kita akan memberikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka berikan.

Wallaahu a'lam

4 comments:

hill said...

pagi, salam kenal jg :) maaf br bisa silaturahmi ke blog ini, artikelnya bagus2, bnyk inspirasi yg bs sy dapat disini trims :)

salam

hill

hill said...

ada yg ketinggalan.....selamat menunaikan ibadah puasa :)

Agus Siswoyo said...

Artikel yang inspiratif, Pak!
Lebih baik memberi daripada minta melulu. He..he..he...

Pastinya, selalu ada hukum timbal-balik di dunia nyata maupun blogosphere. Menghargai orang lain dapat menunjukkan sikap kita yang sebenarnya.

Tetap semangat ngeblog, Go..go..go..!

bapakechilpii said...

Terima kasih atas kunjungannya. insyaa allah tetap semangat.